Film adalah inspirasi

“Kyai Mahfud sudah tertangkap”

————————————————-

Mungkin sudah ada yang nonton film “Hadratusyaikh – Sang Kyai” di XXI? Nggak asing dong dengan kalimat di atas. :’D
Iya .. Itu cuplikan di awal .. Kyai Mahfud ini kakek Ayah saya. Ayah dari Nenek saya. Saudara kandung dari KH Hasyim Asyari :’D

—————————————————

Minggu, 2 juni 2013 Ayah saya maksa banget nonton film Sang Kiai. Bahkan Adek saya yang lagi kuliah di Malang pun disuruh pulang demi nonton film itu.
Besoknya, Senin 3 juni 2013, akhirnya kesampaian nonton sekeluarga di Ciputra World jam terakhir (20.30) malem banget kan ya? Ini semua awalnya karna terpaksa. -________-
Namun setelah nonton.. Saya wajib acungkan jempol. Film ini mengingatkan kita tentang bagaimana para pahlawan memerdekakan negara kita.

Settingannya dibentuk pondok pesantren tebuireng, cukir, jombang. Ada perasaan bangga, setidaknya, dari kecil saya ke sana. Jauh sebelum hebohnya makam Gus Dur (Presiden ke 4 RI) yang akhirnya sekarang dijadikan tempat peziarah menyelipkan jadwal untuk ziarah makan Gus Dur di antara jadwal ziarah walinya.

KH Hasyim Asyari..
Nama yang selalu disebut dalam doa kami pada saat kami sekeluarga berada di makam kakek nenek, yang saya anggap biasa saja kala itu. Cerita-cerita dari kakek saya tentang KH Hasyim Asyari pun saya anggap angin lalu.
Buku biografi tentang KH Hasyim Asyari yang sudah tertata rapi di lemari buku mushala rumah sejak dulu, yang bahkan saya enggan untuk membukanya atau bahkan filmnya dibuat pun saya tidak tertarik untuk menontonnya.

Sampai akhirnya, terjadi adegan Ayah saya “memaksa” kami sekeluarga untuk menonton film biografi Paman dari Nenek saya.

Bermula dari itu, saya malu. Mengenal “asal muasal” keluarga besar Ayah saya yang begitu kental dengan agama Islam, namun saya nyatanya tidak hebat seperti mereka. Saya malu, “kakek buyut” saya sedemikian rupa berjuang membela negara, namun saya nyatanya tak berbuat suatu apapun untuk negara :’)

Film itu, membuat saya makin cinta islam. Membuat saya semakin mencintai Indonesia. Harusnya dari film itu; kita malu pada diri sendiri. Bagaimana pejuang melawan penjajah yang datang dari negeri lain dan sekarang setelahnya kita bebas dari para penjajah, malah kita menjajah negara kita sendiri.

Harusnya kita lebih menjaga negeri kita. Menghargai para pahlawan kita. Mengingat mereka. Mendoakan mereka dan yang pasti, meneruskan perjuangannya; bukan malah sebaliknya.

Be proud of Indonesia :’)